Mastheadprintstudio Blog
Just another WordPress site

Sejarah Program PDAM di Indonesia

admin~January 19, 2018 /Lain-Lain/Uncategorized

Sejarah Program PDAM di Indonesia

Sejarah Program PDAM di Indonesia – Air merupakan sumber kehidupan bagi manusia dan untungnya saat ini di Indonesia sendiri pendistribusian sumber air bersih sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah.

Banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan dengan mengikuti program PDAM. Salah satunya adalah menghemat air, karena jika anda memilliki sumur sendiri, anda akan menghambur-hamburkan air. Sedangkan jika anda berlangganan air di PDAM anda akan mengontrol penggunaan air, karena jika anda boros, tagihan air pun akan melonjak saat anda bayar tagihan air PDAM online.

Sejarah Program Penyediaan Air Minum di Indonesia identik dengan sejarah pembangunan prasarana dan sarana penyediaan air minum selama 45 tahun yang terbagi menjadi lima dekade, yaitu era sebelum 1970, 1970 – 1980, 1980 – 1990 dan 1990 – 2000, serta tahun 2000 hingga sekarang. Pelayanan air minum di perkotaan pada saat Pelita I dan Pelita II masih mengandalkan jaringan yang dibangun pada masa penjajahan dan investasi tambahan setelah kemerdekaan dengan jumlah yang sangat terbatas. Kondisi tersebut tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk. Investasi prasarana dan sarana air minum beserta operasi dan pemeliharaannya dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum dengan berkoordinasi dengan Departemen Dalam Negeri (Sekarang Kementerian Dalam Negeri).

Biaya pembangunan prasarana dan sarana air minum berasal dari APBN, APBD, maupun bantuan luar negeri bilateral, dan multilateral yang berasal dari Bank Dunia atau Bank Pembangunan Asia. Pembangunan prasarana dan sarana air minum berskala kecil biasanya dikaitkan dengan proyek pembangunan lainnya, seperti Kampung Improvement Project I (KIP I). Pertumbuhan ekonomi pada era 1980-1990 cukup tinggi, dan sektor manufaktur dan teknologi berkembang sangat pesat. Kondisi perekonomian yang baik tersebut sangat kondusif bagi perkembangan sektor infrastruktur. Pada saat yang sama dicanangkan Dekade Air Internasional (1981-1989) yang bertujuan meningkatkan pelayanan air minum bagi semua lapisan masyarakat. Kedua momentum tersebut menjadi pendorong bagi peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat.

              Pelita V (1989-1994) dan Pelita VI (1994-1999) merupakan era globalisasi terutama di bidang ekonomi. Meningkatnya tuntutan otonomi daerah dan kebijakan desentralisasi menyebabkan kendali pemerintah pusat lebih dilonggarkan. Pada saat yang sama, prinsip Dublin-Rio (Dublin-Rio Principles) diterapkan secara internasional. Keterlibatan dunia swasta di semua sektor meningkat pesat, demikian juga di bidang infrastruktur perkotaan. Tahun 1997  di sektor air bersih, Bank Dunia  mengeluarkan Indonesia Urban Water Supply Sector  Policy Framework (IWSPF). IWSPF mengidentifikasi enam perubahan kebijakan yang harus dilakukan yaitu  membentuk hubungan terpisah antara pemilik dan pengelola asset, membentuk kerangka peraturan untuk peran serta sektor swasta, meningkatkan manajemen keuangan sektor air minum, menyederhanakan kebijakan tarif, serta meningkatkan perancangan, perencanaan, dan pelaksanaan proyek-proyek air minum.

 

              Dan peran swasta, terlihat sekali dalam kebijakan pengelolaan PDAM DKI Jakarta. Pada tahun 1997, pemerintah memutuskan untuk bekerja sama dengan dua mitra operator swasta asing untuk mengelola dan menyediakan air bersih untuk warga DKI Jakarta. Kedua pihak tersebut adalah Thames Overseas Ltd (PT. Thames PAM Jaya/PT. TPJ) berasal dari Inggris yang kemudian pada tahun 2008 terjadi penjualan salah satu saham di dalam PT Thames Jaya kepada perusahaan asal Singapura, PT Acuatico Ltd dan pihak lainnya adalah Ordeo Suez Lyonnaise de Eaux (PT. Palyja) yang berasal dari Perancis.

Itulah sejarah singkat program PDAM di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi tentang PDAM ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *